Rabu, 09 Oktober 2013

PELATIHAN MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA


Kabupaten Ciamis sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang mempunyai risiko terkena bencana (alam) yang cukup tinggi. Dalam rangka pengurangan risiko bencana Pemerintah Kabupaten Ciamis, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). BPBD berkoordinasi dengan instansi pemerintah lainnya, LSM/NGO, TNI/POLRI, dan pihak-pihak lainnya.
Salah satu Non Government Organization asing yang bekerjasama dengan Kabupaten Ciamis, khususnya BPBD adalah International Organization for Migration (IOM), dengan dukungan dari Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) selama 24 bulan, mulai Mei 2012 sampai dengan Mei 2014. Kegiatannya meliputi pendampingan teknis, peningkatan kapasitas dan dukungan jejaring.
Untuk memberikan kesamaan pemahaman dan kerangka berpikir yang sebangun dalam penanggulangan bencana, IOM memfasilitasi BPBD untuk menyelenggarakan pelatihan manajemen penanggulangan bencana bagi staf SKPD dan organisasi lainnya. Pelatihan tersebut diselenggaran  menjadi 3 (tiga) gelombang/angkatan. Gelombang I telah dilaksanakan pada tanggal 11-13 September 2013, bertempat di Hotel Larissa Ciamis dengan jumlah peserta 30 orang, perwakilan dari beberapa dinas/badan dan kecamatan, organisasi lain lingkup Kabupaten Ciamis.
Pelatihan gelombang II dilaksanakan pada tanggal 17-19 September 2013 bertempat di Hotel The Priangan Ciamis dengan jumlah peserta 30 orang, perwakilan dari kecamatan dan organisasi lain lingkup Kabupaten Ciamis. Untuk gelombang III direncanakan dilaksanakan pada tanggal 8-10 Oktober 2013 di Hotel The Priangan Ciamis dengan jumlah peserta 30 orang, perwakilan dari kecamatan dan organisasi lain lingkup Kabupaten Ciamis.
Hasil yang diharapkan dari pelatihan tersebut adalah para peserta memahami: 1) konsep dan prinsip-prinsip penanggulangan bencana, 2) sistem struktur dan praktek penanggulangan bencana, 3) penilaian bahaya, kerentanan dan kapasitas serta pengurangan risiko bencana yang berbasis masyarakat, 4) penanggulangan bencana dalam kontek pembangunan dan pengarusutamaan penanggulangan bencana dalam pembangunan. (fad)
Sumber :
Note :
Pendapat saya tentang berita tersebut mengenai  pelatihan manajemen penanggulangan bencana baik untuk dilaksanakan. Hal itu dikarenakan indonesia merupakan negara yang tingkat terjadinya bencana sangatlah tinggi. Oleh sebab itu, sangatlah perlu warga dan dinas setempat melakukan pelatihan manajemen penanggulangan bencana bagi warga mereka. Dan kegiatan tersebut juga dapat membantu mengurangi resiko bencana didaerah mereka, dengan adanya hal tersebut warga jadi lebih tenang dan lebih mengetahui hal apa saja yang dapat dilakukan jika terjadinya suatu bencana.

Tips Menghemat Pengeluaran (manajemen keuangan pribadi)


 
1.                 Hematlah uang tanpa mengubah gaya hidup kita
Untuk bisa mengurangi pengeluaran kita yang tidak terkontrol, kita perlu melakukan pengelolaan keuangan secara positif, baik itu untuk kebutuhan atau keinginan pribadi. "Bijaklah dalam menyimpan uang, dan luangkan waktu untuk bersenang-senang.

 
2.      Susun anggaran pengeluaran
         Sebelum mengambil tindakan, duduk dulu sebentar dan cari tahu apa yang harus Anda lakukan   untuk membuat anggaran, kemudian prioritaskan pengeluaran Anda. Sehingga tidak ada pengeluaran yang tidak diperlukan.
 


3.       Pintar-pintarlah dalam membuat daftar belanjaan
Menempel daftar belanjaan akan membuat Anda cenderung untuk membeli barang-barang sesuka hati dan melupakan item yang justru diperlukan, yang keduanya dapat dengan cepat menghabiskan uang Anda dalam seminggu


4.                   Bawa bekal makan siang
Meskipun mungkin ini bukan pilihan yang menarik, namun membawa bekal makan siang dapat menghemat pengeluaran Anda daripada harus mengeluarkan uang setiap hari. Untuk menambah variasi, coba ajaklah rekan Anda untuk sama-sama melakukan hal yang sama. Misalkan, untuk hari ini siapa yang bertugas membawa bekal makan siang, yang nantinya bisa dimakan bersama-sama untuk semua, hari berikutnya bergantian.

 

 5.       Menabunglah jika ingin membeli sesuatu
Jika terdapat  benda yang Anda inginkan , lebih baik mencoba dengan menabung, walaupun uang anda mencukupi membelinya. Menabung dapat mengkontrol pengeluaran keuangan Anda.


 

Psikologi Manajemen

1.            Apa itu manajemen?
Manajemen, menurut Brantas adalah suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang ke arah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Adapun menurut Mas’ud Khasan, manajemen ialah ketatalaksanaan proses untuk penggunaan sumber daya secara efektif dalam mencapai sasaran tertentu.
Istilah manajemen, berasal dari bahasa Perancis kuno, menagement ,yang artinya seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Ricky W. Griffin mendefinisikanmanajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien.

2.         Sebutkan jenis manajemen?
a.         Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumberdaya manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah
b.         Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada    intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat
diwujudkan
c.         Manajemen Produksi
Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi
d.         Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan
e.         Manajemen Informasi
Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat 

3.         Apa itu kepemimpinan?
Kepemimpinan adalah pengaruh antarpribadi dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu sebagai proses mempengaruhi sekelompok orang hingga mau bekerja dengan sungguh-sungguh untuk meraih tujuan kelompoknya. Sebab pada dasarnya, kepemimpinan merupakan pola hubungan antara individu-individu yang menggunakan wewenang serta pengaruhnya terhadap orang bekerja bersama mencapai tujuan (Fiedler, 1967).
Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau teknik untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya untuk mengajak orang lain mencapai tujuan yang sudah ditentukan dengan penuh semangat.

4.          Apa itu perencanaan?
 Perencanaa adalah proses dasar dimana manajemen memutuskan tujuan dan cara mencapainya. Perencanaan dalam organisasi adalah esensial, karena dalam kenyataaannya perencanaan memegang peranan lebih dibandingjkan fungsi2 lainnya. Perencanaan itu diibaratkan seperti akar tunggang dari sebuah pohon rindang yang akan tumbuh batang2 yaitu pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan, atau perencanaan itu diibaratkan seperti lokomotif yang menghela kereta api.
Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana organisasi bisa mencapai tujuannya. Perencanaan adalah proses menentukan dengan tepat apa yang akan dilakukan organisasi untuk mencapi tujuannya. Dalam istilah resmi, perencanaan dideinisikan sebagai perkembangan sistematis dari program tindakan yang ditunjukan pada pencapaian tujuan bisnis yang telah disepakati dengan proses analisa, evaluasi, seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang di prediksi terlebih dahulu.

5.         Manfaat perencanaan?
a.       Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan
b.       Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat
c.       Memudahan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi
d.       Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan mudah dipahami
e.       Menghemat waktu, dan usaha

6.         Jenis perencanaan dalam organisasi ?
a.    Perencanaan strategis adalah perencanaan jangka panjang yang dipusatkan pada organisasi secara menyeluruh. Wirausahawan memandang organisasi sebagai osuatu unit total dan memutuskan apa yang hendak dilakukannya dalam jangka panjang untuk mencapai tujuan organisasinya.
b.      Perencanaan taktis adalah perencanaan jangka pendek yang menekankan pada operasi berbagai bagian organisasi yang sedang berjalan. Wirausahawan menggunakan  sistem rencana ini untuk menguraikan apa yang harus dilakukan oleh berbagai bagian organisasi untuk mencapai keberhasilan dalam kurun waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun.

Sumber : 
Dr. H. Endin Nasrudin, M.Si., 2010, Psikologi Manajemen, CV. Pustaka Setia, Bandung.

Selasa, 11 Juni 2013

Stress



Pengertian Stress
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain.
Menurut Robbins (2001) stress juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang. Dan apabila pengertian stress dikaitkan dengan penelitian ini maka stress itu sendiri adalah suatu kondisi yang mempengaruhi keadaan fisik atau psikis seseorang karena adanya tekanan dari dalam ataupun dari luar diri seseorang yang dapat mengganggu pelaksanaan kerja mereka.
Menurut Woolfolk dan Richardson (1979) menyatakan bahwa adanya system kognitif, apresiasi stress menyebabkan segala peristiwa yang terjadi disekitar kita akan dihayati sebagai suatu stress berdasarkan arti atau interprestasi yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut, dan bukan karena peristiwa itu sendiri.Karenanya dikatakan bahwa stress adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan atau mambuat aktif organisme.
Sedangkan menurut Handoko (1997), stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya.
Sedangkan berdasarkan definisi kerja stress, stress dapat diartikan sebagai:
  • Suatu tanggapan adaptif, ditengahi oleh perbedaan individual dan atau proses psikologis, yaitu suatu konsekuensi dari setiap kegiatan (lingkungan), situasi atau kejadian eksternal yang membebani tuntunan psikologis atau fisik yang berlebihan terhadap seseorang. 
  • Sebagai suatu tanggapan penyesuaian, dipengaruhi oleh perbedaan individu dan atau proses psikologis yang merupakan suatu konsekuensi dari setiap tindakan dari luar ( lingkungan ) situasi atau peristiwa yang menetapkan permintaan psikologis dan atau fisik berlebihan pada seseorang.
Menurut Mason (1971 ) membantah konsep yang mengatakan bahwa stress hanyalah merupakan badaniah saja. Ditunjukkkannya bahwa daya adaptasi seseoarang itu tergantung pada faktor-faktor kejiwaan atau psikologiknya yang menyertai stresor. Stres bukanlah konsep faal saja, lebih banyak dilihat sebagai konsep perilaku, setiap reaksi organisme terhadap stresor memungkinkan sekali terlebih dahulu dimulai oleh kelainan perilaku dan kemudian mungkin baru terjadi akibat faal, kemudian Mason (1976 ) menunjukkan bahwa terdapat pola hormonal yang berbeda terhadap stresor fisik yang berbeda.
Pada penelitain Wolf dan Goodel ( 1968 ) bahwa individu-individu yang mengalami kesukaran dengan suatu sistem organ, cenderung akan bereaksi etrhadap stresor dengan gejala dan keluhan dalam sistem organ yang sama.Kondisi sosial, perasaan dan kemampuan untuk menanggulangi masalah, ternyata mempengaruhi juga aspek yang berbeda-beda dari reaksi terhadap stres.
Menurut Selye (Bell, 1996) stress diawali dengan reaksi waspada (alarm reaction) terhadap adanya ancaman, yang ditandai oleh proses tubuh secara otomatis, seperti: meningkatnya denyut jantung, yang kemudian diikuti dengan reaksi penolakan terhadap stressor dan akan mencapai tahap kehabisan tenaga (exhaustion) jika individu merasa tidak mampu untuk terus bertahan.
Lazarus (1984) menjelaskan bahwa stress juga dapat diartikan sebagai:
  • Stimulus, yaitu stress merupakan kondisi atau kejadian tertentu yang menimbulkan stress atau disebut juga dengan stressor. 
  • Respon, yaitu stress merupakan suatu respon atau reaksi individu yang muncul karena adanya situasi tertentu yang menimbulkan stress. Respon yang muncul dapat secara psikologis, seperti: takut, cemas, sulit berkonsentrasi dan mudah tersinggung.
·         Proses, yaitu stress digambarkan sebagai suatu proses dimana individu secara aktif dapat mempengaruhi dampak stress melalui strategi tingkah laku, kognisi maupun afeksi.
Jadi, stress dapat mempengaruhi fisik, psikis mental dan emosi. Tetapi, stress dapat mempunyai dua efek yang berbeda, bisa negatif ataupun positit, tergantung bagaimana kuatnya individu tersebut menghadapi stress atau bagaimana individu tersebut mempersepsikan stress yang sedang dihadapinya.

1.1              Faktor Yang Menimbulkan Stress
a.             Kepribadian Ekstrovert dan Introver
Extrovert mendapatkan energi mental dari lingkungan diluar dirinya, sedangkan introvert mendapatkan energi dari dalam diri, saat melakukan aktivitas sendiri. Ibaratnya, extrovert seperti panel surya sedangkan introvert seperti baterai atau aki. Tiap kepribadian memiliki kelebihan sendiri sendiri. Extrovert suka bersosialisasi, karena ilmu sosialnya sering terasah, maka fotografi yang cocok adalah fotografi yang membutuhkan interaksi dengan orang-orang, seperti foto portrait atau wedding, yang membutuhkan interaksi yang banyak supaya bisa menghasilkan foto yang baik. Lalu kaum ekstrovert juga lebih suka berada dalam satu tim daripada kerja sendirian. Maka dari itu ekstrovert suka hunting ramai ramai daripada sendiri. Sebaliknya, kaum introvert lebih suka kerja sendiri atau hanya bersama satu-dua teman dekat saja. Bekerja dengan banyak orang, apalagi yang baru kenal bisa menguras energi kaum introvert. Meski menjadi seorang introvert sepertinya kurang bisa maju. Tapi seorang introvert juga memiliki kelebihan seperti memiliki sifat yang lebih tenang dan pengamatannya juga lebih rinci.
b.             Fleksibel dan Rigid
Kepribadian fleksibel adalah suatu kepribadian yang berubah karena dituntut keadaan tanpa harus merubah prinsip hidup anda. Seseorang yang memiliki kepribadian yang fleksible lebih mudah untuk beradaptasi di sebuah lingkungan baru yang ia tempati dan ia sangat mudah dalam bergaul dilingkungan sosial, sehingga jarang sekali orang yang fleksible mengalami stress. Sedangkan kepribadian rigid adalah kepribadian yang sukar berubah disebuah keadaan. Seseorang yang memiliki kepribadian rigid ini cenderung lebih tertutup dan sulit untuk bergaul atau bersosialisasi sehingga ia tidak banyak memiliki teman, dan kepribadian rigid ini cenderung untuk mengalami stress karena jarangnya bersosialisasi sehingga hal apapu disimpan sendiri.
c.              Over activity atau agresi
Kebanyakan seseorang mengalami stress dikarenakan terjadinya agresi dalam diri seseorang sehingga seseorang tersebut mengalami sulitnya pengontrolan emosi yang membuat sulitnya penanggulangan stress. Terkadang berawal dari stress seseorang dapat melakukan agresi terhadap orang lain dikarenakan ia menyukai hal agresi yang dilakukannya


Kecakapan
            Kecakapan adalah bagaimana seorang individu dalam cara ia menyelesaikan suatu masalah yang dapat menimbulkan stress. Dan bagaimana cara seseorang tersebut menanggulangi stress tersebut agar tidak timbul dan berkelanjutan.

Nilai dan Kebutuhan
            Sosialisasi, adaptasi, internalisasi adalah suatu nilai dan kebutuhan untuk tiap individu dalam menanggulangi stress. Jika seseorang tidak memiliki hal tersebut seseorang akan mudah terserang stress.

Reaksi Dalam Stress
·         Fligh : Seseorang memilih lari dari masalah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dikarenakan beberapa faktor seseorang lebih memilih untuk lari dari masalah daripada menghadapi masalah tersebut
·         Fight    : Seseorang tidak hanya diam dalam menghadapi masalah tersebut tetapi ia mencari cara bagaimana menyelesaikan masalah tersebut.

Teknik-teknik Penenangan Pikiran
a.        Meditasi
Meditasi atau disebut juga “duduk diam” adalah suatu aktivitas kontrol diri atas aspek jasmani dan rohani manusia dalam upayanya untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks umum, tujuan tersebut dapat berupa peningkatan kualitas dari salah satu aspek yang dikontrol atau bahkan keduanya. Banyak orang yang meyakinkan bahwa meditasi adalah suatu jalan yang ditempuh guna membangkitkan chi atau energi vital atau juga dikenal dengan tenaga dalam. Bangkitnya chi dapat dikatakan merupakan peningkatan kualitas jasmani. Namun tidak sedikit pula yang bermeditasi untuk peningkatan kualitas rohani, misalnya meditasi untuk mengungkap jati diri, pemurnian jiwa atau menuju kebijaksanaan. Lebih dari pada itu, alangkah baiknya apabila kedua manfaat tersebut dapat diupayakan tercapai dengan maksimal. Jasmani dan rohani sebagai dua aspek yang dikontrol dengan sendirinya menentukan bagaimana cara pelaksanaan meditasi. Pada umumnya kontrol jasmani dilakukan dengan pengendalian atas kondisi fisik tubuh. Kondisi fisik ini meliputi kesiapan fisik, pengaturan posisi, hingga pengaturan pernafasan. Sedangkan kontrol rohani lebih kepada pengendalian pikiran dan perasaan.
b.        Autogenik
Teknik ini memanfaatkan baik kesadaran tubuh dan citra visual untuk melepaskan ketegangan dan stres. Salah satu contoh relaksasi autogenik yang membayangkan diri Anda dalam lingkungan yang damai dan kemudian berfokus pada pengendalian pernapasan, denyut jantung, atau sensasi fisik lainnya.
c.         Neuromuscular
Teknik ini dengan cara merenggangkan otot-otot ditubuh untuk membuat kesan relax sehingga dapat menanggulangi stress. Hal tersebut dengan cara menggerakan badan, leher, ataupun bahu.

Pengalaman Stress Yang Dialami Oleh Penulis
·         Pengalaman Eustress (Stres Positif)
Pengalaman stress yang pernah saya alami adalah ketika pertama kali mengikuti Ujian Nasional SMA. Ketika saat itu adalah masa-masanya dimana saya mengalami stress yang sangat hebat dikarenakan ketakutan tidak lulus Ujian Nasional. Hampir setiap hari saya tidak berhenti belajar untuk menghadapi Ujian Nasional. Ketika beberapa hari menjelang Ujian Nasional adalah saat-saat yang sangat membuat stress, banyak cara yang saya lakukan untuk menanggulangi stress tersebut tetapi tidak terlalu berhasil. Hingga hari pengumuman kelulusan tiba saya dinyatakan lulus dengan nilai yang lumayan baik oleh pihak sekolah dan hal stress tersebut ternyata membuahkan hal manis untuk saya.
·         Pengalaman Disstress (Stres Negatif)
Pengalaman stress yang negatif yang pernah saya alami adalah ketika saya dihadapkan dengan masalah minimnya bersosialisasi. Disaat itu saya merasa sulit untuk dekat dengan seseorang yang baru saya kenal, sehingga saya dianggap sebagi seseorang yang sangat pendiam. Hal yang membuat saya sulit bergaul karena rasa tidak percaya diri yang timbul dalam diri saya yang membuat saya sulit untuk memiliki banyak teman. Hal tersebut sempat membuat saya stress sehingga saya tidak memiliki banyak teman dekat.



Referensi